Waspadai Nyawa Melayang Di Jalan
KASUS kecelakaan lalu lintas (lalin) yang mengakibatkan meninggal terjadi di wilayah Kabupaten Banjar semakin tidak terkendali. Tidak sampai tiga minggu bulan Juli 2007 ini, tercatat 12 orang tewas sia-sia.
Tercatat, tujuh nyawa melayang di Jalan A Yani, dua nyawa menghilang di Jalan Lingkar Gubernur Subarjo, dua orang tewas di jalan Desa Banua Anyar-Takuti Astambul dan satu nyawa melayang di Jalan Martapura Lama.
Dari data itu, dua kasus laka tunggal megakibatkan tiga orang meninggal dunia yakni Minggu (22/7) dan Senin (23/7), tabrak lari ada dua kasus dengan dua korban nyawa melayang di Jalan A Yani Sabtu (7/7) dan Sabtu (14/7). Tabrakan antara truk dan bus yang menyebabkan satu orang tewas terjadi Minggu (8/7). Sisanya adalah tabrakan antara sepeda motor dengan truk maupun mobil pribadi yang lainnya.
Kasat Lantas Polres Banjar, AKP I Kade Utama mengatakan, sebagian besar kecelakaan karena kecerobohan pengemudi maupun pengendara saat menjalankan kendaraannya. "Umumnya, para korban tidak konsentrasi saat mengendarai sepeda motor atau mobilnya di jalan, yang disebabkan karena kecapekan atau mengantuk datang," ujarnya.
Pernyataan ini tidaklah berlebihan. Kasus kecelakaan yang mengakibatkan Syarkawi meninggal dunia disebabkan ngantuknya korban. Pasalnya, korban sebelumnya telah menempuh perjalanan dari Tala menuju Banjarmasin dengan sebelumnya singgah di Cempaka.Juga kecelakaan lalu lintas yang menimpa pasangan suami istri, Muhammadiah (40) dan Rusmidah (35) meninggal dunia di tempat kejadian di Jl G Subardjo Km 19,9 Gambut, Senin (16/7) juga karena korban mengantuk setelah menempuh perjalanan dari HSS.
Juga kecelakaan maut antara bus Arfat DA 2779 AA jurusan Banjarmasin -Buntok dengan sebuah truk DA 9445 AJ, Minggu (8/7) sekitar pukul 15.00 Wita di Jl A Yani Km63, Desa Cabi, Mataraman, Banjar.Kelalaian pengemudi bus, Mahdiani (30) warga Jl A Yani Km3,5 RT4 RW6, Banjarmasin karena mengemudi dalam keadaan mengantuk karena setelah semalaman mengemudikan bus sebagai biangnya. Pengemudi truk, Sudarto (27) akhirnya meninggal dunia.
Namun, Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, Iskandar Abu Bakar permasalahan kecelakaan lalu lintas jalan bukan semata-mata disebabkan kesalahan pengemudi, tetapi merupakan akibat dari kombinasi tiga faktor utama, yakni manusia, jalan dan kendaraan. Selain masalah kecepatan tinggi ketika mengemudi juga turut menyumbang pada tingginya mangka kecelakaan lalu lintas di jalan.
"Tapi faktor manusia merupakan penyebab utama kasus kecelakaan karena mencapai 80 hingga 90 persen," kata dia.Data yang diperoleh Metro, setidaknya di seluruh dunia setiap tahunnya korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas hampir mencapai angka 1 juta.
Di Indonesia sendiri, menurut data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Ditjen Hubdar Dephub) rata-rata korban meninggal dunia dalam 1 tahun sejumlah 10.696 jiwa atau setiap harinya lebih dari 20 keluarga yang harus kehilangan anggota keluarganya.
Berdasarkan data kepolisian pada 2006, setiap satu jam dua orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di seluruh penjuru Indonesia. Sepanjang 2006 ada 15.762 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, tiap bulan sekitar 1.300-an atau setiap hari 45 orang. Menurut prediksi yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa kecelakaan lalu lintas akan menjadi penyebab kematian tertinggi pada tahun 2020 yang akan datang.
WHO juga melaporkan, kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh utama pada kaum muda berusia 10 hingga 24 tahun. Hampir 400 ribu pemuda berusia di bawah 25 tahun setiap tahun meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas dan jutaan lainnya luka atau cacat karenanya. Transportasi darat merupakan salah satu sektor teknologi yang terus mengalami perkembangan.
Hal ini dapat dilihat dari jumlah dan jenis kendaraan yang semakin banyak dan arus lalu lintas yang dari hari ke hari semakin padat.Khususnya kasus yang melibatkan sepeda motor, lihat saja berapa ratus sepeda motor dipasarkan. Dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat beramai-ramai membeli sepeda motor. Ditambah lagi berbagai inovasi dalam bidang ini berjalan terus-menerus seiring dengan kebutuhan manusia akan daya jangkau dan jelajah yang semakin besar.
Padahal di sisi lain, apabila tidak ditangani dengan baik tekhnologi ini dapat berubah menjadi mesin pembunuh yang sangat berbahaya. Namun, masalah utamanya lebih dikarenakan lemahnya mekanisme control akibat rendahnya kesadaran dan kedisiplinan aparat dan pengguna jalan.
Untuk itu usaha untuk meningkatkan kesadaran aparat dan pengguna jalan perlu menjadi perhatian khusus apabila ingin menyelesaikan permasalahan keselamatan lalu lintas di negara kita tercinta ini.Salah satu metode penangan permasalahan lalu lintas adalah 3 E, yakni kombinasi dari engineering, education dan enforcement. Yakni, keterpaduan antara aspek tekhnologi yang terdiri dari inovasi kendaraan dan pengaturan prasarana jalan, pendidikan kesadaran berlalu lintas serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggar peraturan lalu lintas.
Disamping itu usaha yang dapat ditempuh adalah dengan mengurangi jumlah dan intensitas kendaraan di jalan raya. Masyarakat perlu didorong untuk menggunakan model dan perjalanan yang lebih aman.
Sabtu, 28 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar